Dalam banyak pertemuan, para akademisi, tokoh-tokoh Hindu sampai warga masyarakat mendambakan sebuah Lembaga pra-nikah atau penasehat perkawinan Hindu. Dengan banyaknya tantangan dalam dunia pernikahan saat ini seperti ekonomi, perselingkuhan dan masalah internal keluarga; dipandang pentingnya Pendidikan pra-nikah dan konsultasi rumah tangga. Namun sayang, ide itu belum juga tereksekusi dengan baik. Padahal, tantangan pernikahan di masa sekarang ini dirasakan oleh banyak pihak sangat besar dan memerlukan sebuah Lembaga yang mampu memberikan konseling demi tercapainya tujuan mulia pernikahan dalam Hindu. Ditengah kebutuhan dan kehausan tersebut, Cendekiawan Hindu Ida Pandita Mpu Acharya Vedananda (Prof. Dr. I Made Titib, Ph.D.) menulis buku yang sangat berharga, yang tentunya disarikan dari Pustaka Suci Hindu, wejangan para guru dan disentesis untuk dapat diterapkan pada jaman ini.
Buku ini menjadi jawaban atas kehausan bagaimana konsep wiwaha serta keberhasilannya sesuai dengan tujuan suci perkawinan dalam Hindu. Dalam Pustaka Suci Veda dan Susastra Hindu, perkawinan merupakan bagian yang sangat penting, bahkan menjadi penyangga peradaban. Namun, bukan hanya sekedar menikah dan melahirkan keturunan, kualitas keluarga sangat mempengaruhi SDM Umat Hindu, negara dan warga dunia. Anak-anak yang lahir dari keluarga yang jauh dari Dharma, tidak mapan secara ekonomi, bisa jadi menjadi beban bagi Ibu Pertiwi. Oleh karenanya, setiap orang harus belajar dalam menuju dan menjalani Grhasta Asrama.