Berdamai dengan Kesedihan Melalui Ajaran dari Leluhur

Description

Kesedihan yang berlarut-larut dapat memicu depresi; seseorang cenderung merasa putus asa, hampa, tidak merasa senang dan ingin mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Oleh karena itu kita perlu berdamai dengan kesedihan dengan menerima dan mengatasi perasaan sedih yang dialami secara bijak. Menerima dan mengakui bahwa kita memang lagi bersedih, tidak menyangkal dan mengakui kita tidak baik-baik saja.

Menurut Vivekananda sumber pokok kesedihan yaitu : keinginan, keterikatan dan kelemahan. Keinginan mengikuti filosofi Rwa Bhineda, bisa berhasil atau gagal. Kalau berhasil, menyebabkan kegembiraan, sedangkan kalau gagal bisa memicu kesedihan. Keterikatan dengan hal-hal yang disukai, hal-hal yang dicintai atau hal-hal yang dimiliki mengakibatkan seseorang menjadi ketakutan atau tidak ikhlas berpisah atau kehilangan dengan hal-hal tersebut di atas. Kelemahan menyebabkan kebodohan (awidya). Dari awidya muncul sifat egois dan sifat egois mengakibatkan keterikatan.

Beberapa cara mengatasi kesedihan antara lain : dengan berdoa dan berjapa mantra; dengan selalu bersyukur dan berpikir positif; dengan membiasakan diri mempunyai sifat pemaaf agar kita dapat menguasai diri dan tidak cepat marah serta putus asa; dengan melepaskan diri dari segala hal yang menciptakan keterikatan; dengan menyadari bahwa apa yang kita alami saat ini adalah konsekwensi karma kita di masa lampau: dengan pranayama, yoga dan bermeditasi untuk mengendalikan pikiran.

Karya
Made Pastiarsa
ISBN
978-623-89969-1-9
Penerbit
PT. Dharma Pustaka Utama
Halaman
x + 82
Harga
Awal
Rp 67,500
Menjadi hanya
Rp 45,000