Bagaimana kisah-kisah wiracarita klasik dapat menumbuhkan karakter anak di era digital yang penuh tantangan?
Buku ini mengajak pembaca menelusuri kembali jejak kebijaksanaan melalui nilai moral dalam wiracarita yang sarat makna etis dan spiritual. Dengan pendekatan interdisipliner, karya ini menghubungkan nilai-nilai luhur seperti keberanian, kejujuran, tanggung jawab, dan pengorbanan dengan pendidikan karakter dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Melalui konsep budi dan karma, penulis menunjukkan bahwa ketangguhan manusia tidak hanya lahir dari pengetahuan teknis, tetapi juga dari kedalaman moral dan kesadaran ekologis. Anak-anak zaman kini diajak untuk memahami bahwa setiap tindakan memiliki akibat, bagi diri sendiri, masyarakat, dan alam semesta.
Buku ini bukan sekadar bacaan ringan, tetapi juga refleksi budaya dan ajakan etis untuk membangun generasi yang tangguh, berbelas kasih, dan sadar akan keseimbangan antara manusia dan alam. Diperuntukkan bagi anak-anak, pendidik, orang tua, dan pemerhati nilai-nilai kemanusiaan, Menanam Budi, Menuai Karma menjadi jembatan antara kearifan masa lalu dan tantangan masa depan.