Tulisan ini dapat menjadi sebuah pengingat yang lembut namun mendalam bahwa spiritualitas bukanlah soal kerumitan ritual, melainkan tentang pengalaman perjalanan pulang ke dalam diri. Salah satu jalannya adalah lewat jalan ajaran Hindu. Spiritual bukanlah sekedar laku-laku bertapa, rapalan mantra dan lainnya seperti yang kebanyakan orang bayangkan dengan tujuan transaksional, tetapi merupakan ritual melatih jiwa. Lewat bahasa yang sederhana, berani dan jujur, penulis mencoba menjembatani pesan spiritual Hindu lewat beragam tradisi serta simbol yang ada dikaitkan dengan petunjuk sloka, serta bagaimana praktiknya
Buku ini disajikan dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, sehingga ajaran filosofis yang sarat makna seperti dalam Puja Trisandya, hukum semesta, bangunan pura, panca sraddha, tiga pilar Hindu, Nyepi dan lainnya, dapat dibahasakan dengan ringan dan relevan bagi siapa pun. Tulisan ini terutama dipersembahkan bagi generasi muda Hindu sebagai proses estafet literasi. Cara pembahasannya pun mengambil jalur lain dengan menekankan bahwa ajaran Hindu tidak melulu soal ritual upacara yang terkesan rumit, melainkan tentang pesan praktik keseharian serta makna pembelajaran spiritual dibalik semuanya. Ketika maknanya sudah dipahami, dipraktikkan dan dialami, tidak ada yang rumit dalam ritual Hindu. Buku ini juga sangat “related” dan relevan dengan pertanyaan serta perjalanan kehidupan. Dapat menjadi “teman” yang menenangkan untuk dibaca di kala senggang sekaligus berdialog dengan diri sendiri di kedalaman batin. Sesuai judulnya, buku ini membawa pesan-pesan ajakan untuk kembali pulang serta fokus ke dalam diri, memulai perjalanan pulang ke “pura dalam”, alam batin kita sendiri, untuk menemui Sang Tuan Rumah, yang selalu ada dalam diri sendiri.