Dharma Strategic Management (DSM) adalah kerangka manajemen strategis yang memadukan prinsip-prinsip Hindu dengan praktik manajemen modern untuk membantu organisasi bertumbuh secara terarah, adaptif, dan berkelanjutan. DSM dibangun di atas Panca Śraddha: Brahman, Atman, Karma Phala, Punarbhawa, dan Moksa. Brahman mengajak organisasi memahami lingkungan dan perubahan yang lebih besar; Atman menegaskan jati diri, nilai, visi, misi, dan tujuan keberadaan; Karma Phala menjelaskan bahwa setiap keputusan dan tindakan akan melahirkan hasil; Punarbhawa menjadi ruang bagi pembelajaran, koreksi, inovasi, dan pembaruan; sedangkan Moksa menggambarkan kematangan organisasi yang semakin tangguh, mandiri, dan mampu bertahan melampaui individu maupun generasi.
Dalam DSM, proses penciptaan nilai dijalankan melalui alur Swadharma → Dharma → Kama → Artha. Organisasi membangun kapabilitas, menjalankan proses dengan benar, menciptakan manfaat bagi pelanggan dan pemangku kepentingan, lalu menghasilkan kekuatan ekonomi yang memungkinkan Dharma terus dijalankan. Buku ini tidak menggantikan alat manajemen modern seperti PESTEL, SWOT, analisis industri, analisis pemangku kepentingan, KPI, peta strategi, manajemen risiko, dan inisiatif strategis. Semua alat tersebut ditempatkan dalam satu kerangka yang utuh agar organisasi tidak terjebak pada alat yang berdiri sendiri. DSM bukan sekadar cara menyusun strategi. DSM adalah perjalanan organisasi untuk memahami realitas, mengenali jati diri, memilih arah, bertindak, mengukur hasil, belajar, memperbarui diri, dan membangun keberlanjutan yang berlandaskan Dharma.