Di balik keindahan tradisi religiusnya, Bali menyimpan arsitektur spiritual yang sangat kompleks, tempat dimensi fisik (sekala) dan gaib (niskala) terus berinteraksi secara dinamis. Buku luar biasa ini hadir untuk membedah salah satu sisi spiritual Bali yang paling sering disalahpahami: Kawisesan Kiwa (Aliran Kiri), dengan fokus mendalam pada fenomena Guna-Guna. Bukan sekadar buku tentang takhayul, karya ini merupakan analisis esoteris yang sistematis yang berakar kuat pada rujukan berbagai lontar serta dialog mendalam langsung dengan para praktisi (Balian) di Bali. Melalui buku ini, guna-guna didekonstruksi secara ilmiah sebagai “ranting” dari ilmu pengeleakan yang secara spesifik menyasar manipulasi emosi dan afeksi manusia demi pemenuhan asmara, dominasi sosial, maupun resolusi konflik. Ditulis dengan penuh ketelitian dan tunduk pada kode etik sakral tradisional Aywa Wera (jangan sembarangan diungkapkan) dan Aywa Cauh (jangan menyebarkan dengan ceroboh), buku ini tidak bermaksud mempromosikan praktik hitam. Sebaliknya, buku ini hadir sebagai panduan literasi objektif agar kita dapat menyikapi realitas sosial-spiritual ini dengan bijaksana di tengah arus disrupsi modern. Sebuah karya intelektual yang wajib dimiliki oleh pencinta budaya, peneliti spiritual, dan siapa saja yang ingin menelusuri kedalaman batin orang Bali secara bertanggung jawab.