Rempah-rempah merupakan kekayaan alam Nusantara yang tidak akan pernah habis. Sebagai wilayah yang termasuk dalam jalur perdagangan rempah-rempah di masa lampau, masyarakat Bali telah menggunakan rempah-rempah sebagai bahan bumbu dan obat-obatan tradisional, serta aktivitas ritual adat dan keagamaan. Rempah-rempah dilibatkan dalam ekspresi kearifan lokal dan telah dijelmakan sebagai identitas budaya dan spiritualitas manusia Bali. Walaupun telah banyak digunakan, argumen pemanfaatan bahan-bahan rempah untuk mendukung aktivitas masyarakat masih bersifat mistis dan filosofis.
Buku ini memuat kajian ilmiah tentang bahan-bahan rempah yang digunakan sebagai bahan bumbu masakan tradisional Bali menurut Lontar Dharma Caruban dan bahan ramuan obat tradisional menurut Lontar Usadha Taru Pramana berdasarkan kandungan senyawa kimianya. Setiap bahan rempah-rempah mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti terpenoid, alkaloid, plavonoid, senyawa-senyawa fenolik, dan glikosida yang bersifat antioksidan, anti-inflamasi, anti-mikroba, dan lain-lainnya yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.