Buku SISTEM AGURON-GURON SULINGGIH BRAHMANA WANGSA mengkaji secara mendalam mekanisme pewarisan spiritual dan pembentukan kepemimpinan keagamaan Hindu Bali melalui relasi Siwa–Sisya. Aguron-guron dipahami bukan sekadar pendidikan religius tradisional, melainkan sistem teologis dan sosial yang menjaga kesucian, legitimasi, dan otoritas Sulinggih Brahmana Wangsa. Dengan pendekatan teologis dan sosiokultural, buku ini membahas proses diksa hingga mapulang lingga, peran griya sebagai pusat pendidikan spiritual, serta tantangan regenerasi dan adaptasi tradisi di era modern. Buku ini menunjukkan bahwa aguron- guron merupakan tradisi hidup yang ajeg, adaptif, dan relevan dalam membangun kepemimpinan spiritual yang beretika dan membumi di tengah perubahan zaman.